Beberapa jam sebelum kejadian itu. “Arghhh! Sial!” umpat Morgan membanting cangkir kopinya sembarang. Sudah berminggu-minggu sejak dirinya dipermalukan di hadapan anggota direksi namun rasanya masih terasa hingga kini. Pemutusan Hubungan Kerja? Tentu saja itu akan mempersulitnya mencari pekerjaan baru. Sedangkan dia tetap harus bekerja demi memenuhi kebutuhan ayah dan adik bungsunya. Kepalanya terasa pening. Sudah dia buka setiap halaman iklan di surat kabar. Tak jarang juga Morgan mencari lewat internet lowongan kerja yang sesuai dengan kriterianya. Namun nihil. “Semua gara-gara si tua bangka itu!” gumamnya mengepalkan tangan. Menurutnya jika Rudi tidak ikut campur masalah perusahaan, semua kecurangannya tidak akan diketahui siapa pun. Bahkan Rindu membiarkan saja pria itu tetap berkua

