Tubuh Alexi terjatuh di kursi restoran. Mulutnya masih menganga, dan ekspresinya kosong. Seumur hidup, ia belum pernah terkejut seperti ini, atau kecewa dan sakit hati seperti sekarang. Ternyata yang menjadi pengkhianat di dalam hidupnya bukan anak buah atau orang yang bekerja padanya. Melainkan orang yang sangat ia sayangi, sehingga membuatnya mampu melakukan hal kejam pada orang lain. "Lily... " "Ternyata pelakunya Lily, teganya kau melakukan ini padaku!" Alexi meremas dokumen yang memperlihatkan semua fakta medis Lily. Semua tertulis secara rinci. Bahkan tanda tangan Lily sebagai bukti persetujuan untuk mengugurkan kandungan juga ada. " Hahaha sungguh menyedihkan." Alexi menertawakan dirinya yang dibodohi Lily dengan begitu mudah. Sangat mudah dan dungu. Wanita itu mengetahui apa ya

