Keesokan harinya Alexi mengunjungi Herald. Sudah lama ia tidak mengunjungi sang kakek setelah kebakaran yang terjadi. Ia kembali tertegun karena baru sadar sudah melupakan kakeknya itu. Waktu pintu ruangan Herald, Alexi buka-- pria tua itu ternyata duduk di kursi santai sambil membaca koran. Ia melirik ke arah Alexi yang mendekat. "Aku kira kamu sudah lupa kalau memiliki kakek yang masih hidup," sindir Herald sambil meletakkan koran. Di sisi pria itu ada Mona yang mengambil koran lalu pamit pergi. "Aku..." Alexi tidak memiliki pembelaan. "Kau bau alkohol, masalah apa yang membuatmu menyentuh minuman itu? Yang aku tahu, kamu tidak menyukai alkohol," tanya Herald. Mabuk memang pilihan yang Alexi ambil untuk melupakan masalahnya. Rasanya ia hampir gila dengan karena kenyataan yang ia d

