Alexi juga mendengar akan kesadaran Sari. Tanpa ia sangka, hatinya ikut berbunga dengan kabar itu. Ingin sekali ia menuju ke sana untuk sekedar melihatnya. Harus ia sadari kalau matanya terlalu merindukan gadis itu. Andai saja semua ego dan rasa bersalah yang ia rasakan tidak menghalanginya, pasti segalanya lebih mudah. Alexi justru menempuh cara sulit dengan memancing Sari datang sendiri ke sini untuk menemui bayinya. "Jadi apalagi yang kau ketahui Hary?" tanya Alexi. Yah, semua laporan itu berasal dari Hary. "Hanya itu saja Tuan." "Baiklah, kembalilah ke rumah sakit. Lain kali telepon saja jika ada berita tentang Sari agar kamu tidak terlalu sering meninggalkan kakek." Hary tersentak. Sejujurnya ia memang tidak terlalu perduli pada Herald karena ia rasa tidak ada gunanya menunggu

