Terkadang hal yang paling berat adalah memaafkan dan pergi dari sana seolah-olah tak ada apapun yang terjadi sebelumnya, padahal jika saja Vala boleh jujur hal seperti ini sulit terlebih mata Hisyam yang selalu memandangnya terlihat begitu indah juga menakutkan di saat yang bersamaan. "Kenapa sih mata itu selalu terlihat indah dan menakutkan di saat yang bersamaan? Gue emang belajar untuk memaafkannya dan sebisa mungkin pergi dari sisinya cuma mau sekeras apapun usaha gue tetap aja semesta memiliki rencananya sendiri dan gue gak bisa berbuat apa-apa juga selain membiarkan pemuda itu dengan jalan pilihannya sendiri," batin Vala sedih. Sebagian dirinya memilih untuk membiarkan Hisyam yang kini terlihat iba sekaligus berterima kasih atas ucapannya beberapa detik yang lalu, Vala tak jika dir

