Melukis Namamu

2085 Kata

Langit yang berwarna kemerahan perlahan berubah menjadi gelap, menyisakan keheningan yang entah mengapa terasa seperti dua mata pisau yang menyakitkan juga membingungkan untuk di pikirkan oleh Fillbert dan Hisyam. "Dulu di tempat ini gue pernah melukis nama orang yang gue sayang di pantai dengan sepenuh hati terus sekarang dia malah udah berbeda warna bahkan menyisakan warna putih yang terasa sedikit ah gak! Sangat menyakitkan dalam hati gue ... jujur gue cape banget sama dunia gue yang gak adil begini! Gue berharap bisa sama-sama terus eh malah gini," gumam Filbert lelah. "Gak salah kalau lu masih mengingatnya dengan baik karena toh gak ada salahnya menyimpan kenangan seperti ini ... ya emang cukup membingungkan untuk di pahamin! Hanya saja dunia pasti punya rencana dan alasannya sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN