Dengan langkah malas Elvina terus menyeret kakinya mengikuti langkah Farah, menuju ruangan William. Farah mengetuk pintu, setelah itu masuk ke dalam saat mendengar izin masuk dari William. “Selamat Siang, Pak. Ini adalah sekretaris Pak Dafa yang akan menjadi sekretaris Pak William, menggantikan posisi Bu Rita,” ucap Farah lemah lembut membungkuk hormat, sedangkan Elvina tak sudi melakukannya walau Farah sudah memintanya untuk melakukan hal yang sama. “Siapa namanya?” William memasang wajah datar andalannya. Wajahnya yang angkuh, kali ini berkali-kali lipat angkuhnya menatap Elvina seolah benar-benar tak mengenalnya. “Namanya Elvina, Pak,” jawab Farah, lalu meminta Elvina untuk menghadap William. “Kalau begitu, saya permisi, Pak.” Farah berpamit pergi seraya membungkuk hormat, lalu kel

