“Masuk,” pinta William yang masih di dalam mobilnya, membuka sedikit jendela agar Elvina mendengar apa yang dikatakannya. “Vina ke atas dulu. Mau ganti pakaian,” jawab Elvina malas. “Gak perlu. Masuk cepetan!” bentak William tak sabaran. Elvina berdecak kesal, lalu memutari setengah mobil McLaren berwarna putih milik William, kemudian masuk ke dalamnya. William segera menginjak pedal gas setelah Elvina berhasil masuk, padahal istrinya itu belum sempat memakai seatbelt. Hening, Elvina tak sudi bertanya akan dibawa ke mana dirinya, begitupun William yang terlihat tak memiliki tempat tujuan. 3 kali memutari monas membuat Elvina kesal, jengkel, jengah, pegal dan yang lainnya. “Kita mau ke mana?” tanya Elvina pada akhirnya mau membuka pembicaraan. Sejak tadi ia sudah menahan diri untuk t

