Paksaan Pulang

1111 Kata

“Kita pulang!” William sedikit membentak saat sudah di dekat Elvina. Wajah dinginnya terlihat kesal tanpa berniat menatap Elvina apalagi Rafael. Elvina tersentak. Ia mengangkat wajahnya lalu berkata, “Vina pulang nanti—” “Sekarang juga!” potong William tak ingin dibantah. “Kamu pulang. Lagipula, ini sudah malam.” Rafael tetap terlihat tenang walau Elvina merasa tak enak dengan tatapan sinis William yang menghunus tajam ke arah pria itu. “Maaf. Vina pulang, ya?” pamit Elvina kepada Rafael merasa tak enak. Rafael ikut berdiri saat Elvina berdiri. Ia berkata,“Kabari kalau sudah sampai. Love you.” Kemudian, Rafael mengusap puncak kepala Elvina dengan tenang di hadapan William. Apa tadi? 'Love you?' William yang mendengar itu, rasa-rasanya ingin merobohkan restorannya sendiri. Mendadak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN