Elvina segera bangkit dan berjalan ke arah ranjang, berbaring di atasnya dan menyelimuti dirinya sendiri. William ikut berbaring di sampingnya, tanpa sungkan ia memeluk Elvina dari belakang karena Elvina memunggunginya. “Cuma gini doang,” kata William tanpa merasa bersalah. Namun, tetap saja Elvina merasa risih dan aneh dengan kelakuan William. Untuk apa suaminya itu ingin memeluknya? Batin Elvina tak mengerti karena sikap William benar-benar terasa sangat aneh dan seolah sudah lama berinteraksi dengannya. “Ngapain peluk segala? Bapak sehat?” tanya Elvina sambil sedikit menggeser posisinya, menghindari sentuhan tubuh William yang menempel pada punggungnya. “Dingin Oneng!” bentak William kesal, ikut menggeser posisinya, menempel kembali ke punggung Elvina. “Ya ntar juga anget. 'Kan

