“Aku ….” Sebuah keputusan yang sudah ada di dalam benak Samantha begitu ragu untuk diucapkan. Gadis bermata biru itu menatap Sebastian dan Andre secara bergantian. Melihat ke dua pria itu tampak putus asa menantikan untuk mendengar jawabannya. Samantha menghela nafasnya, kilatan demi kilatan memori amarah James yang dilaupkan padanya itu terlintas dalam benaknya hingga mendadak tubuhnya hampir roboh. Sebastian menarik tubuh Samantha lebih erat padanya, mendekapnya penuh kehangatan. “Kurasa jawabannya sudah pasti, aku akan membawa Nyonya Muda pergi dari mansion sialan ini.” “Sebastian!” Andre masih bersikeras untuk menghalangi. Meski dalam lubuk hatinya ia sepakat dengan keputusan Sebastian yang dibuat sendiri itu. Akan tetapi ia tak bisa mengabaikan perintah Cornelius. “Samantha, k

