Wajah Cornelius memerah padam, matanya menatap tajam. Satu-satunya putra yang ia miliki sekarang sedang berlutut di hadapannya dengan wajah tanpa dosa meski tubuhnya sudah pasti dipenuhi oleh luka karena pukulan melayang dari tongkat milik Sang Ayah. Nafas Cornelius terengah-engah, meski ia tampak gagah, usianya tetap saja di atas kepala tujuh. Setelah mengetahui insiden yang menimpa Samantha, amarah Cornelius langsung meledak. Padahal dirinya hendak menyelesaikan buku yang ia baca dan bersiap untuk tidur. Namun, seorang pelayan begitu panik mengetuk pintu Cornelius dan memberitahu semuanya. Api yang menyulut kemarahan Cornelius semakin besar setelah ia memanggil Andre dan meminta penjelasan, sampai mati pun Andre juga tak akan pernah membohongi Cornelius, ia mengatakan semuanya pada Cor

