54: The Tea Party

1095 Kata

Hari itu rupanya bukan sekedar pesta minum teh biasa, ada banyak wanita dari kalangan kelas atas yang berjuang untuk menyingkirkan satu sama lainnya dengan memamerkan barang-barang bawaan mereka. Di satu sisi, lingkaran kecil yang berada di tengah pesta yang diadakan di halaman rumah pak walikota yang sangat luas itu seolah menunjukkan jika ratu di antara mereka tetaplah istri pak walikota, dan Samantha duduk tepat di samping sang ratu. “Bagaimana menurutmu, apa kau menyukai teh yang dihidangkan?” tanya Bu wallikota dengan suara lirih sambil tersenyum ke arah Samantha. Samantha sedang memegang cangkir yang terbuat dari keramik kecil, ia melirik ke arah Sebastian yang berdiri tak jauh darinya. Semanatha mengangguk pada Ibu Walikota. “Saya kurang mengetahui tentang teh, jika saya boleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN