"Dasar anak tidak tahu diri! Anak kurang ajar!" geram Seroja. Ia berkacak pinggang sembari menatap kepergian mobil Bhumi. Seroja mencak-mencak, ia marah besar karena sekarang Bhumi sudah berani melawan dirinya. Tidak hanya itu, bahkan Bhumi terang-terangan membela Niskala dibandingkan dirinya. Seroja merasa tidak terima karena selama ini ia sudah berusaha keras agar Bhumi selalu menuruti keinginannya. "Bu, sudahlah jangan marah-marah!" pinta Adnan menenangkan Seroja. Ia menatap Seroja yang terlihat begitu marah. Adnan menghela napas panjang. Sejak dulu Seroja selalu bersikap kasar kepada siapapun. Terlebih lagi kepada Bhumi. Adnan tahu, ini semua karena kesalahan dirinya. Namun nasi sudah menjadi bubur, lagi pula ... dulu ia begitu mencintai ibu kandung Bhumi. "Kamu nyuruh aku diam, Ma

