29. Kesan yang Akhirnya Sampai

2472 Kata

Mata Abi terarah pada Naura tanpa kata, membiarkan hening yang membuat degup jantung Naura berdetak semakin menjadi-jadi. Pria itu tidak mengatakan jawaban yang ingin Naura tahu dengan mulutnya, tapi Naura merasa Abi menjawab dengan sorot matanya. “Hm, udah bisia saya duga kok. Temen deket kamu yang akan kamu telepon di saat kayak gini dan yang saya tahu juga cuma Amel.” Bukan, jelas bukan jawaban pertanyaan yang ini, tapi pertanyaan yang bahkan tidak berani Naura ajukan. “Ah… gitu.” Naura mengangguk-angguk kecil, kali ini menggaruk lehernya yang tidak gatal. “Kamu nggak mau mandi? Kamu bilang tadi capek, kan? Lebih cepet mandi, lebih cepet kamu bisa istirahat.” “Um, y-ya. Mandi kok. Mandi.” Naura akhirnya dengan gerakan canggung beralih mengambil kopernya, menyeret benda itu bersamany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN