"Sialan," umpat Ezra setelah tas nya di letakkan di atas meja. "Pelan-pelan kali, Buk," ucap Almira. Ia terkejut melihat kedatangan Ezra yang tiba-tiba saja langsung emosi. "Kamu tahu itu wanita berlidah pisau," ucap Ezra menggebu-gebu. Almira tentu saja tahu lalu ia mengangguk. "Ngajak ribut sepagi ini, bayangkanlah.." Ezra menjatuhkan dirinya untuk duduk di sofa. Yang tadinya, Ezra ingin ke butik cepat-cepat karena ia habis ribut dengan kakak iparnya, jadi membuatnya berbelok ke rumah Almira sepagi ini. Kenapa ia ke rumah Almira karena tidak ke rumah Alisa. "Ribut lagi?" tanya Almira. "Gak osa ditanya," jawab Ezra dengan kesal. Lah kenapa aku yang jadi kena amarahnya juga, batin Almira. Tanpa mau berkata lagi, Almira melanjutkan kembali kegiatannya membaca sesuatu. Merasa tidak

