98-Rania Dan Rahasia

1369 Kata

Elias berjalan seorang diri menuruni anak tangga. Setelah ia menghabiskan waktu bersama dengan Aryan yang sudah menjadi suaminya, ia ingin merenung sebentar. Jadilah, ia memutuskan untuk ke restoran sekadar duduk santai sambil minum jus. Jam menunjukkan pukul delapan lewat, belum terlalu malam. "Untung saja dia sudah tidur," lirih Elias duduk di kursi. Ia memilih meja yang berada di pojok. Untung saja suaminya sudah tidur mungkin karena kecapekan jadinya cepat mengantuk. Tidak masalah baginya, karena sekarang ia bisa bebas. Tidak lama jus pesanan Elias pun datang. Ia menyeruput dengan perasaan yang sedang berperang. Entahlah, ia sangat pusing dan bingung. "Lili," seru seseorang dengan gembira. Elias yang merasa namanya disebut langsung menoleh ke sumber suara. Matanya melotot tidak per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN