Dengan terpaksa, Ezra harus mengulang kembali semua dari awal. Inilah yang paling tidak disukainya, mengulang kembali sesuatu yang sudah ia kerjakan. Ini semua gara-gara kakak iparnya itu. Rasanya ia ingin sekali menjambak rambut hitam milik kakak iparnya. "Awas saja, akan aku balas," ucap Ezra dengan dendam yang tumbuh di dalam hatinya. Ia tidak akan diam saja kalau sudah begini. Ia akan membalas perbuatan kakak iparnya. Ia tahu, pasti ini disengaja. "Pembalasan apa yang cocok untukmu," ujar Ezra. Saat ini, ia sedang berada di dalam ruangannya yang memang khusus dibuatkan untuknya. Tangannya sibuk mendesain, sedangkan otaknya sibuk mikir. Namun, hatinya memikirkan pembalasan yang harus ia jalankan. "Lihat saja nanti," ucap Ezra. Tidak perlu takut karena ia seorang diri di ruangannya

