Peperangan di Selat Gibraltar
Cerita ini dimulai di tanggal 21 October tahun 1805, di sekitar wilayah laut sebelah barat Cape Trafalgar, Spanyol, antara Cadiz dan selat Gibraltar. Masa ini adalah masa perang besar antara Perancis dipimpin oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan Sekutu yang dipimpin oleh Raja Inggris.
Di wilayah laut ini terjadi salah satu perang besar antara armada laut Inggris dengan armada laut Perancis yang dikenal dengan nama Perang Trafalgar.
Sebagai bagian dari rencana Perancis untuk memutus jalur kekuasaan Inggris, maka Napoleon berencana untuk menyerang Inggris dari arah Cadiz.
Oleh karena itu, dia mengirimkan armada laut nya yang dipimpin oleh Laksamana Pierre De Villeneuve dibantu pula oleh Armada laut Spanyol, untuk berlayar menuju selat Gibraltar dari arah pelabuhan Cadiz.
Nampak malam itu bersinar bulan Purnama yang terang sekali, yang ikut Mrmberikan penerangan ke arah laut, ke arah layar-layar bernuansa putih Yang nampak rapih berbaris di tengah gelombangnya laut. Sosok-sosok hitam dibawah nuansa putih itu berjalan perlahan ditengah laut.
Jika dilihat semakin dekat, nampaklah bahwa sosok-sosok hitam itu ternyata adalah kapal-kapal galai besar dengan ukuran panjang dan ramping, dilengkapi dengan layar-layar yang besar, yang nampak berkilauan berwarna perak terkena percikan air dari gelombang laut, dibantu cahaya dari sinar bulan.
Sedikitnya ada kurang lebih 30 unit kapal perang malam itu yang nampak bergerak perlahan di tengah laut, yang bukan lain adalah armada laut Perancis yang dipimpin oleh Pierre De Villeneuve.
Villeneuve adalah seorang laki-laki berperawakan tegap dan tinggi berusia sekitar 40 tahun, nampak berwibawa dengan pakaian seragam armada perancis berwarna biru tua.
Pria ini sedang berdiri diatas anjungan kapal didampingi oleh 2 orang kepercayaannya.
Disamping kanannya adalah orang kepercayaan yang menjadi tangan kanannya, bernama Guy Philippe. Seorang pria berusia sekitar 30 tahun, yang bernampilan biasa dengan Baju berwarna putih. Tetapi jika seseorang melihat matanya yang seperti mengeluarkan sinar, maka orang akan tahu dia seseorang yang berkepribadian kuat, jujur, cerdas. Pria ini bukan orang sembarangan karena dia adalah anak dari seorang pedagang besar di Niece dan sudah terbiasa dengan lingkungan istana di Paris, karena merupakan pemasok kebutuhan makanan dan buah buahan di istana Paris.
Walaupun keluarganya adalah keluarga kata dan berpengaruh, tetapi tidak membuat Guy Philippe menjadi ana manja seperti orang kaya pada umumnya.
Sejak usia 7 tahun, dia sudah mempunyai minat membaca yang luar biasa, dan minta ayahnya untuk mengajaknya ke perpusatakaan istana. Disana dia banyak membaca buku filsafat dari filsuf Europa terkenal seperti Thomas Aquinas, August Compte, Charles Baudelaire.
Kemudian pada umur 10 tahun, dia tertarik dengan ilmu Pedang anggar setelah dia membaca tokoh Codex Wallerstein dengan pakaian perang nya pada abad ke15.
Dia kemudian tekun belajar ilmu Pedang anggar dengan gaya campuran awal Bartitsu, dan belajar pula ilmu gulat yunani kuno dari abad ke15.
Pada umur 16 tahun, dia tertarik menjadi tentara. Ayahnya yang memang sudah dekat dengan pihak kerajaan mengijinkannya, dan akhirnya dia berhasil masuk sebagai tentara pada usia 18 tahun.
Selama 12 tahun mengabdi, akhir nya pada usia 30 tahun berhasil menjadi asisten laksasamana Villeneuve dengan posisi Perwira Satu.
Nampak Villaneuve mengangkat teropongnya untuk melihat kondisi di depan, dan mendadak dia mengerutkan alisnya.
Guy Philippe melihat ini dan bertanya, “Bagaimana kondisi di depan, Admiral?”
Villenueve menjawab, “ Ada banyak bayangan hitam di depan sana kurang lebih 3-5 K meter. Dugaan saya itu adalah Kapal Perang Inggris.”
“Info terakhir yang saya terima di pelabuhan Cadiz, tidak ada kapal Sekutu yang mengawasi. Ternyata info itu tidak tepat.” Dia menjawab sambil menhela nafas dengan risau.
Mendengar ini, Guy Philippe langsung berkata kepada Pria disampingnya, “ Segera kibarkan Bendera merah tanda siaga perang, dan persiapkan meriam.”
“Siap laksanakan!,” kata Pria tersebut sambil berlari ke arah belakang kapal.
Nampak terjadi kesibukan diatas kapal itu, nampak para kelasi kapal berlarian kesana kemari mempersiapkan siaga perang.
Villeneuve berteriak di anjungan “ Formasi Segitigaaaa!!!”
Guy Philippe mengulangi dengan seruan yang sama dan seterusnya ke Pereira dibelakang nya diikuti dengan naiknya Bendera Formasi Segitiga
Nampak kapal kedua bergerak ke sebelah kanan mengikuti di belakang kapal Villeneuve diikuti kapal ketiga ke sebelah kiri.
Kemudian kapal ke4,5,6 semuanya mengkuti dibelakang kapal ke2 dan ke3.
Terdengar keras suara ditengah kapal
“ Tarik penyangga ke sebelah kiri!!!
“Dekatkan angin dengan layar-layar”
Suara para kelasi kapal saling berkomunikasi
Nampak dari arah depan, sosok-sosok hitam tadi sudah berubah bentuk menjadi kapal-kapal layar besar dengan berkibarnya Bendera Inggris terlihat jelas.
Dengan sigap, Villeneuve berteriak
“Kembangkan layar utama, bergerak maju ke depan!!!”
Terdengar suara mengulang dibelakang, dan nampak layar utama bergerak semakin keatas, dan laju kapal bertambah cepat ke depan