Masih terlalu pagi untuk membuat drama. Sayang sekali, ruang divisi IT sudah kedatangan tamu tak diundang. Dia bahkan membuat pertunjukan yang dilihat oleh karyawan yang datangnya terlalu cepat. Gimana nggak, manajernya juga selalu datang terlalu cepat. “Gara-gara kamu, semua gara-gara kamu!”teriak Berlin dengan wajah penuh air mata. “Sampai mati pun, aku gak akan pernah maafin kamu!”tegasnya dengan suara keras. Barat tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa terpojok tapi juga gak bisa berbuat apa-apa. “Ber, ada apa? Tenanglah.”ucap Ray menenangkan. Kedatangan Berlin ke tempat ini hanya akan bikin gossip baru. Dan mengacaukan nama baik Barat. Tak membalas, Berlin malah menangis. Tersedu-sedu beberapa saat hingga semua orang melihat dengan iba. Apakah Barat menghancurkan hati wanita i

