Julian mengetuk-ngetuk bolpoin di meja kerjanya. Tangannya menopang dagu dan dia nampak sedang berpikir. Sudah dua hari ini sejak kejadian di apartemen, Aina dia rasa agak berubah. Dia sedikit pendiam meskipun masih selalu melayaninya dengan baik. Seperti ada yang sedang dipikirkannya. Akhir-akhir ini Aina juga sering menghubungi Bu Hana di Sampit. Itu membuat Julian sedikit was-was, jangan sampai Aina berencana ingin pergi lagi tanpa sepengetahuannya. Julian menghembuskan nafas lelah. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku jas dan menghubungi istrinya. Hingga dering terakhir sampai suara operator yang di dengarnya. Julian kembali membuka galeri ponselnya dan mengamati sekali lagi foto istrinya yang nampak sedang bercengkrama dengan Dion, teman semasa kuliah yang sudah lama tida

