Awal mula terjadinya prahara itu ketika Aina yang bersikeras ingin ikut ke puncak dalam kegiatan BEM padahal ayahnya sudah melarang. Aina bahkan nekat berbohong kalau dirinya menemani Dinda sahabatnya, karena di tinggal sendiri oleh orang tuanya keluar kota. Aina merasa beruntung bisa terpilih jadi anggota BEM dari seleksi ketat yang berhasil dilaluinya karena banyaknya peminat. Makanya dia tidak ingin melewatkan pelantikan anggota organisasi kampus itu meski di puncak. Ya, puncak dan Aina tampaknya tidak akan pernah bersahabat. Udara dingin yang menusuk tulang membuat alerginya kambuh. Aina tak hentinya bersin dan mengeluarkan lendir dari hidung mancungnya. "Balik ke tenda aja gih Na, istirahat!" Itu suara Dinda yang nampak cemas melihat wajah pucat Aina. Aina berusaha menghangatka

