Sudah hampir seminggu ini kediaman keluarga Djuanda terasa hidup dan berwarna. Suara rengekan Arik dan tawa cerianya menghiasi setiap sudut rumah yang awalnya sepi. Seperti pagi ini, semua orang yang berada di meja makan tertawa geli mendengar celotehan bocah itu yang sedang kesal dengan Papanya Julian. "Masa eyang, Papa minta di mandikan Mama juga! Papa kan sudah besar, mana mandinya laaa maaaa banget! Nih tadi aja belum selesai mandi." oceh bocah itu dengan mulut yang penuh dengan makanan. Semua orang dewasa yang berada di meja makan serempak tertawa mendengar gerutuan Arik. Eyang uti sampai menghapus jejak air di sudut matanya karena saking lucunya. Burhan yang juga ikut bergabung di meja itu tak kuat menahan tawa mengingat sikap dingin dan jutek bosnya ketika di kantor tapi seperti

