Begitu sampai di kamar, Julian langsung mengungkung tubuh Aina di balik pintu yang sudah terkunci. Dia kembali melumat bibir manis Aina yang sudah memerah karena ulahnya. "Kamu harus tuntaskan apa yang sudah kamu mulai sayang," lirih Julian di sela ciumannya. Aina tersenyum menggoda kemudian mengalungkan tangannya di leher Julian. Membalas ciuman itu tak kalah menggebu. Tangan Julian kini sudah bergerilya di dalam baju Aina. Membelai lembut kulit mulusnya. Aina meremas rambut Julian menahan gairahnya. Mereka sama-sama menyalurkan hasrat mereka yang selama lima tahun ini terpendam. Puas dengan bibir Aina, bibir Julian kini mulai turun ke leher putih istrinya dan meninggalkan jejak merah di sana. Julian kemudian mengangkat baju Aina dan meremas lembut d**a Aina di balik bra hitamnya.

