Menuruti Mamah

1945 Kata

“Tuan, ada apa dengan Tuan?” tanyaku. Khawatir dia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja hingga salah berucap. “Pulanglah dan kita menikah nanti malam!” “Apa?” pekikku. Tuan Rizki langsung menarik tangan dan koperku tanpa menjawab pertanyaanku. Saat melewati anak buah Madam, Tuan Rizki menghentikan langkahnya dan berkata, “Aku sudah menebus gadis ini seharga 26 juta!” ucapnya dengan sinis, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil. Aku tidak tahu apa yang Tuan Rizki maksud dengan menebus karena, aku sedang tidak dalam penculikan. Saat aku duduk di mobil, Tuan Rizki langsung melayangkan tatapan marah padaku dan dia tetap berdiri di sampingku tanpa menutup pintu dan ini adalah pertama kalinya aku melihat dia marah padaku. “A—ada apa, Tuan?” tanyaku gugup karena takut meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN