Pagi ini Rizki benar-benar tidak ada gairah untuk beraktivitas atau pun bekerja. Bayang-bayang saat mencumbu Jeslin terus menghantui pikiran hingga membuat ia terjaga sepanjang malam. Hatinya yakin itu adalah Kaifa, tapi jika ingat perkataan Edward, membuat ia berusaha menyangkal pikirannya sendiri, walaupun sangat sulit. Namun, Rizki tidak bisa mencampur adukkan urusan hatinya dengan perkerjaan. Ia tetap berangkat ke kantor meskipun pikirannya sedang kalut. Saat tiba di parkiran kantor, Rizki melihat mobil baru Edward sudah terparkir rapi di parkiran khusus direksi. “Tidak biasanya dia pakai mobil ini ke kantor. Bukankah dia bilang mobil ini khusus untuk jalan-jalan bersama Jeslin?” gumam Rizki di samping mobil Edward yang bersebelahan dengan mobilnya. Sementara itu di ruangan Rizki,

