Saat ini, Rizki dan Jeslin sedang berada depan restoran. Keduanya sedang memperhatikan Kaifa dari dalam mobil. Tadinya Rizki ingin membawa mobil sendiri karena ingin langsung membawa Kaifa pulang, tapi Jeslin melarang dan mengatakan untuk mengikuti rencananya. Saat di perjalanan menuju restoran, seperti biasa Jeslin menyempatkan diri membeli makanan untuk ia makan bersama Kaifa, dan hari ini ia membeli lima porsi nasi iga untuk makan siang mereka karena baik Jeslin maupun Kaifa sedang sangat meningkat nafsu makannya. “Kenapa kita tidak turun?” tanya Rizki di kursi kemudi. “Kamu tetap diam di sini dan hanya aku saja yang turun. Sepuluh menit lagi jam makan siangnya dan aku akan makan bersama di meja itu.” Jeslin menunjuk meja yang dikelilingi empat kursi, berharap dua meter di sisi kanan

