Kalah Sebelum Berperang

3028 Kata

“Tuan?!” pekikku. Aku bingung bagaimana dia bisa ada di sini, sedangkan setengah jam lalu dia bilang akan pulang malam. “Rizki, biarkan dia di sini!” cegah Tuan Edward dengan menahan tangan kanan Tuan Rizki yang sedang menarik tanganku. Tuan Rizki langsung menatap Tuan Edward penuh amarah. “Aku tidak mau kamu meniduri Kaifa!” ucapnya. “Ki, jangan selalu berpikiran buruk tentang kedekatanku pada wanita,” balas Tuan Edward. “Karena memang hanya itu tujuanmu setiap kali mendekati wanita!” bentak Tuan Rizki hingga mengundang semua perhatian pengunjung cafe. “Sudah kubilang, Kaifa itu wanita kuno. Kamu tidak perlu mengincar dia!” “Ki, Jangan asal menuduh!” elak Tuan Edward. Aku bingung harus berkata apa untuk memisahkan dua pria yang sama-sama diliputi amarah. Posisiku ada di antara mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN