“Bukan aku yang menyiksamu, tapi kamu yang sudah menyiksaku, Fa!” “Apa yang Tuan maksud menyiksa? Apa aku berbuat salah? Apa aku sudah menyakiti Tuan?” “Kenapa masih tanyakan itu? Apa kamu pikir kebohonganmu saat ini bukan suatu kesalahan? Apa diam-diam bertemu dengan sahabatku, tidak menyakitiku?” “Aku baru bertemu dengan Tuan Edward dan belum sempat bicara banyak, lalu tiba-tiba Tuan datang mengacaukannya. Dan sekarang Tuan bilang aku yang menyakiti?” Kaifa mengusap air mata karena tidak terima disalahkan lalu menunjukkan tatapan kemarahannya. “Tuan terlalu egois untuk menjadi orang yang tersakiti!” Kaifa merasa Rizki sengaja ingin dirinya tetap menjadi mainan dengan tidak membolehkan ia dekat dengan siapa pun. Sedangkan dia sendiri bebas dengan wanita mana pun. Rizki tidak tega mel

