“Memangnya siapa yang ingin menyewamu? Kalaupun aku ingin menyewa, aku tidak akan memakaimu di sofa,” sanggah Edward. “Lalu untuk apa kamu menyuruh aku membuka baju?” “Tentu untuk melihat lukamu!” “Tapi lukaku ada di sekujur tubuh, apa kamu ingin melihat semuanya?” “Buka saja, aku akan langsung mengobati di bagian mana pun." “Tidak. Terima kasih. Aku takut kamu tidak bisa menahan diri dan aku tidak bisa melayanimu dengan tubuh penuh luka ini.” “Mau kamu yang buka atau aku yang buka?” “Ck!” Jeslin berdecak kesal sambil menurunkan resleting dress yang ada di punggung dan menurunkan dress hingga sebatas pinggang. Seketika ekspresi wajah Edward menunjukkan kengerian sekaligus prihatin dengan banyaknya luka lecet karena cambukkan yang memenuhi punggung Jeslin. Bahkan, beberapa di antara

