Jam makan siang tiba, kali ini, Damian membawa Lembayung ke sebuah restoran khas Thailand. Restoran itu memiliki dekorasi yang cerah dan vibrant, dengan ornamen emas dan patung gajah kecil. Aroma rempah-rempah yang tajam menyambut mereka, membuat perut semakin merintih minta diisi. Mereka duduk di sudut ruangan. Pelayan segera menyajikan menu andalan, yaitu Tom Yam Talay yang mengepul panas, disajikan dalam mangkuk keramik besar. Kuah merah-oranye yang rasanya asam pedas itu dipenuhi udang, cumi, dan jamur jerami. Ada juga Pad Thai dengan topping kacang yang renyah, dan Mango Sticky Rice yang terhidang sebagai penutup. Lembayung menatap hidangan di depannya dengan mata berbinar. “Whaaa … tomyam ini enak banget!” serunya setelah menyeruput kuahnya, sensasi asam pedas segar langsung membak

