Chapter 15. Damian dan Lembayung

1479 Kata

Lembayung merasa jantungnya hampir copot. Untuk pertama kalinya, dia merasakan kedekatan fisik yang begitu intim. Tubuhnya mulai merasakan sensasi aneh — sebuah gairah yang belum pernah dia kenali sebelumnya. Wajahnya berubah menjadi merah padam, tetapi di sisi lain, dia juga merasa sesak karena dekapan itu terlalu kuat untuk ukuran tubuhnya yang mungil. "Abang, ini bukan mimpi! Lepasin aku! Ayo bangun, kita harus kerja hari ini!" serunya lagi, suaranya mulai bergetar. Damian tidak mendengarkan. Dia justru semakin intens menciumi leher Lembayung, semakin dalam dan semakin lama. Sentuhan itu bukan lagi sekadar kecupan mimpi, melainkan sebuah dorongan insting yang membuat Lembayung tanpa sadar mengeluarkan desahan tipis. Situasi semakin genting saat tangan Damian mulai bergerak liar ke de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN