Ketika dia koma, ada banyak panggilan tak terjawab. Dia hanya memperhatikan panggilan tak terjawab Lina dan tidak memikirkan hal lain. Dia buru-buru mengeluarkan ponselnya dan memeriksanya. Benar saja, ada panggilan aneh. Jantungnya berdebar kencang. Tangannya yang gemetar ingin menghubungi nomor itu. Tengku Ammar tahu bahwa dia gugup dan takut. Namun, Dia tidak bisa menolongnya. Kalau tidak, akan merepotkan jika Amir waspada dan membunuh anak-anaknya. Namun dia tetap menempelkan tangannya di bahunya dan menepuk-nepuknya untuk memberinya semangat. Ratih menarik napas dalam-dalam dan hendak menelepon lagi. Namun sebelum sempat menelepon, ponsel Imran berdering. Nada dering yang tiba-tiba itu mengejutkan mereka bertiga, terutama Ratih. Tangannya mengendur dan telepon itu terjatuh ke ta
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


