Namun kali ini, dia tidak bermaksud bersikap lunak. Mereka sudah menganiaya dia berulangkali. Kali ini bahkan memeprmalukannya di depan orang banyak. "Baiklah, serahkan saja urusan ini padaku!" Mili mendapat persetujuannya dan mengangguk. Ratih menggigit makanan yang dibeli Mili dan minum seteguk kopi. Kemudian dia melihat ke arah pintu dan bertanya kepada Mili dengan misterius, "Mili, aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Mili mengangkat alisnya dan berkata, "Jadi kamu mengajakku makan malam hari ini karena ada yang ingin kamu tanyakan padaku?" Ratih bertepuk tangan dan berkata, "Pintar. Kamu langsung menebaknya." "Ada apa? Tanyakan! Tetapi bukankah seharusnya kamu bertanya kapan Tuan Ammar akan pulang? Sekarang dia sudah disini, apa lagi yang perlu kamu tanyakan?" Mili bingung

