Ratih tahu pria ini tidak pernah suka membahas tentang Zarina, sebab itu dia sedikit penasaran. "Dia yang memutuskan hubungan denganku terlebih dahulu," kata Tengku Ammar. "Mengapa?" Tengku Ammar terdiam beberapa saat sebelum menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku berjanji padanya agar tidak memberitahu orang lain tentang penyebab ini." Jawabnya terus terang. “Dan aku orang lain?” Tanya Ratih lagi. “Ratih, ini hanya menyangkut integritas, tidak lebih. Jangan berfikir aneh.” Ratih segera terdiam, dia tidak pernah mempunyai teman lelaki, jadi dia tidak bisa tahu seperti apa integritas yang dibicarakan pria ini. "Apa kamu masih memiliki perasaan padanya?” Tanya Ratih sedikit penasaran. "Jangan biarkan imajinasimu menjadi liar." Tengku Ammar mengusap rambutnya dengan lembut. Namun

