Chapter 127

1126 Kata

Bagaimanapun dia adalah tulang punggung keluarga, meskipun Tengku Ammar telah memberinya tunjangan bulanan namun keluarga kelahirannya tetap ada disana. “Apa kamu merindukan kampung?” Ratih mengangguk. Bagaimanapun ini bukan negaranya, ini bukan wilayahnya, dia berada di negeri orang. Meski sudah hampir empat tahun dia disini, rasanya masih asing. Namun dia tidak menjelaskan ini di hadapan Tengku Ammar. Takut membuat pria itu gelisah. “Ibuku koma, sejak lebih dari setahun lalu. Aku mencoba menghubungi paman dan menanyakan perkembangannya. Namun dia bilang setelah beberapa kali operasi, tetap tidak ada perkembangan.” Ketika dia menjelaskan ini pada Tengku Ammar, dia tiba-tiba ingat bahwa Tantenya mengatakan akan ke Terengganu untuk bekerja. Jika dia tidak salah itu harusnya sebulan la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN