BAB - 25

3794 Kata

Nadya Makan malam hari ini berbeda. Tidak seperti terakhir kali aku masih tinggal di sini. Kak Dinda ikut makan bersama kami, dia mulai ada perubahan. Sederhana dengan makanan yang tidak semewah di restoran tapi suasana ini yang kurindukan. Kekeluargaan, keharmonisan, cinta dan kasih sayang tanpa rekayasa atau sandiwara. "Ehm... Nadya... Uhukuhuk... Mbak punya kabar... Uhukuhuk..." "Telan dulu Laras, kebiasaan kalo lagi makan malah sambil ngomong..." Nenek mulai marah-marah. "Eh... Eh... Minumnya mana... Kasih dia minum," suruh kakek. "Nih... Nih... Minum... Minum dulu," kataku memberikan segelas air putih padanya. Kak Dinda ku lirih tengah memberi makan anaknya mbak Laras di atas pangkuannya. "Di sekolah sini ada SMP yang lagi kekurangan tenaga guru," ujarnya. Aku mendengarkannya sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN