Seorang pria paruh baya berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit. Sesekali, netra hitamnya celingukan, mencari kamar inap yang akan ditujunya. Di belakangnya, seorang wanita paruh baya dan gadis belia berusaha mengikuti langkah pria itu yang semakin lebar. Pria yang tak lain adalah Adnan itu bergegas masuk ke dalam kamar inap sang putri setelah menemukannya. Adnan sempat bergeming di ambang pintu. Tatapannya menyala ketika melihat putri sulungnya tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang terpasang di punggung tangan kirinya. Adnan melangkah lebar menghampiri ranjang. d**a bidangnya naik turun menahan gejolak amarah. Tanpa menunggu sang putri membuka mata, dia menyibak selimut yang menutupi tubuh Nesya sebatas perut. "Pa!" Aliyah yang baru saj

