Nesya sedang berbaring dengan tangan kanan menopang kepala. Di sampingnya, sang buah hati tengah tertidur lelap setelah minum asi. Makhluk kecil itu tampak damai dalam tidurnya membuat Nesya tak henti menyunggingkan senyum. Melihat sang buah hati membuat perasaan wanita itu sedikit tenang. Nesya mengusap lembut pipi bayi mungil itu. Terasa kenyal dan lembut. "Aku harus memanggilmu siapa?" bisiknya tepat di depan telinga sang buah hati membuat makhluk kecil itu menggeliat, tak nyaman. "Aku seorang ibu yang buruk, bahkan aku belum mempersiapkan nama kamu. Maaf." Senyumnya perlahan memudar, tergantikan raut kekecewaan. "Nesya?" Suara seorang wanita membuat Nesya mengalihkan tatapan, mencari tahu siapa yang memanggil namanya. Sembari menahan sakit, Nesya mengubah posisinya. Bersandar pada

