mawar yg tersia 16

340 Kata
"wow.....hai brow lihat siapa yang datang ,gak mimpi kan aku "begitulah ocehan didik saat melihatku datang ke gubuk tempat dia mencari nafkah dan ngumpul bersama teman-teman setiap hari . walaupun hanya gubuk bambu tapi di dalamnya begitu nyaman ,perabot dan alat elektroniknya lengkap karna dia tinggal bersama istri dan anaknya yg masih kecil. di depan gubuk itulah ada kolam pancing yg luas dan cafe apung tempat anak-anak biasa nongkrong setiap harinya. "hai kawan kenapa wajahmu kusut begitu,senyum dong ,lama gak datang kok datang-datang wajahnya kusut kayak lap kompor hhh"didik terus saja mengoceh sambil menepuk-nepuk pundaku . aku hanya bisa membalas ocehanya dengan diam karna menahan dongkol. "aaacchh kamu ini dik ,udah dong ngocehnya jangan panjang-panjang ,kalah burung beo sama ocehanmu " "sabar brow ,minum dulu ...minum dulu biar gak salah paham "kata didik sambil meletakan satu botol kaca yg berisi air bening d dalamnya ,tak lupa juga gelas kecil panjang d letakan di depanku setelahnya di tuangkan isi botol kedalamnya . bau minuman yg menyengat hidung seakan menggodaku untuk segera meminumnya . tak menunggu lama gelas itupun kosong ,dan langsung di tuangi kembali di minum bergilir bersama teman-teman. entah berapa gelas air panas dan sedikit pahit itu aku teguk dan masuk melewati kerongkonganku ,yang jelas selain perutku merasa mulai panas kepalaku pun mulai berat. tapi entah kenapa alkohol yang ku minum sebagai pelampiasan rasa sedihku tak seampuh biasanya . biasanya kalau aku mulai mabuk aku tak mengingat apa -apa lagi tapi ini jutru menambah rasa marah di hatiku . perkataan iksan tadi terngiang -ngiang tak mau pergi dari otaku ,dan bayangan mawar akan duduk bersanding di pelaminan seolah menari-nari di depan mataku . "aaaaahhhhhh" prakkkk suara gelas yang bertabrakan dengan pohon yang aku lempar membahana di tepi kolam ikan yang luas itu .di barengi dengan teriakanku yang nyaring mengagetkan mereka yang tengah asik bercengkerama bersama .entah apa yg dari tadi mereka bicarakan aku tak mau dengar . "dion ....ada apa sich main lempar -lempar .bisa habis gelas ku klo caramu begitu .kalau ada masalah jangan bawa ke sini dong ."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN