Raja Julliant berdiri di depan jendelanya, ia menatap langit dengan wajah pucat. Air matanya tidak mengering. Seolah takut untuk melangkah ke luar dan mendengar bahwa putranya sudah siap dimakamkan. Sesekali angin lembut menyapa rambut panjang sepundaknya yang dibiarkan tergerai. Air matanyapun kembali menetes. " Apa kau yakin?" " Kau terlalu banyak berpikir. Sulit ya punya pacar jenius." Tekan Aldegyr lalu menarik dirinya kepelukannya saat itu. " Aldegyr ini salah. Kita belum menikah." Tolak Julliant saat Aldegyr mulai memaksa dirinya. Mereka berada di sebuah danau saat itu. Danau yang sangat indah. Telanjang dan saling berpelukan. " Jika kau terlalu banyak berpikir. Aku akan memperkosamu dasar bocah." Senyum Gadis itu mengecup hidungnya lembut. " Aku mencintaimu Alex. Sangat menc

