Suasana di ruangan itu menjadi pekat saat beberapa tabib termasuk maya memenuhi sisi ranjang rawat Vallen. Raja Julliant memegang lembut pundak Alice yang masih tampak terisak di sisinya. " Vallen, apa kau tahu siapa aku?" Tanya Raja julliant " Kau? Apa kau bercanda, tentu saja ayah. Walaupun aku tertidur sangat sama aku mendengar semua pengakuanmu." Senyum Vallen tenang. Bahkan seolah tak terjadi apapun. " Lalu apa kau ingat, apa yang terjadi padamu?" Tanya Raja Julliant lagi. Vallen terdiam beberapa saat. Raja Julliant mendekati ranjang putranya lalu memegang pundaknya lembut. " Coba lihat wanita itu!" Tunjuknya pada Alice. Vallen menatap ke arah Alice yang tampak sangat terluka olehnya. Beberapa saat, pria itu terdiam, sorot matanya sulit tertebak. Lalu kemudian, dia menggeleng p

