Terlupakan

1923 Kata

Suasana di ruangan itu menjadi pekat saat beberapa tabib termasuk maya memenuhi sisi ranjang rawat Vallen. Raja Julliant memegang lembut pundak Alice yang masih tampak terisak di sisinya. " Vallen, apa kau tahu siapa aku?" Tanya Raja julliant " Kau? Apa kau bercanda, tentu saja ayah. Walaupun aku tertidur sangat sama aku mendengar semua pengakuanmu." Senyum Vallen tenang. Bahkan seolah tak terjadi apapun. " Lalu apa kau ingat, apa yang terjadi padamu?" Tanya Raja Julliant lagi. Vallen terdiam beberapa saat. Raja Julliant mendekati ranjang putranya lalu memegang pundaknya lembut. " Coba lihat wanita itu!" Tunjuknya pada Alice. Vallen menatap ke arah Alice yang tampak sangat terluka olehnya. Beberapa saat, pria itu terdiam, sorot matanya sulit tertebak. Lalu kemudian, dia menggeleng p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN