" Ayah, kenapa ibu belum pulang?" Tanya Kashi dipangkuan Albertus malam itu. " Ayah?" Tanya Kashi lagi. Albertus tersenyum menatap gadis kecilnya. Perlahan dibelainya lembut rambut halus panjangnya yang begitu indah. " Biarkan saja ibumu nak, kita bisa punya banyak waktu untuk berdua kan?" Senyumnya mencium kening Kashi " Ayah benal, jika ada ibu aku tidak bisa sepelti ini dengan ayah. Ibu celewet." Decak gadis kecil itu lalu meremas jari jari Albertus senang. Pria pirang itu tersenyum dingin lalu memeluk buah hatinya erat. " Aku mencintaimu ayah." Ucapnya membuat air mata Albertus meleleh " Ayah juga sangat mencintaimu nak." Ujarnya menghapus air matanya. Lalu kembali menciumi putrinya lembut. Akankah? Kasih sayang ini bertahan? Jika, Alice tahu yang sebenarnya? Sementara itu..

