" Apollo ada apa?" Tanya Albertus saat kudanya tiba tiba berhenti melaju. Daerah sekitarnya tampak gelap, dia barada diantara hutan yang lebat. Salah memang, ia terlalu tergesa gesa. Seharusnya, ia membawa beberapa pengawal untuk menjaga keamanan. Ini baru 4 jam ia memacu kudanya. Mungkinkah apollo lelah? Pria berambut emas itu perlahan membuka tudungnya lalu turun dari kuda jantan hitamnya itu. Mata birunya mencoba menatap mata kuda itu lekat. " Ada apa kawan? Ayolah.. aku harus segera sampai.. apa kau sakit?". Tanyanya seolah kuda itu mengerti apa yang sedang ia bicarakan. " Apollo ayolah.." Ucapnya mencoba menarik pelana kudanya. Namun... " Crash!!". " Aarrkkhhh." Albertus memegang pergelangan tangannya. Darah tercecer jatuh dari telapak tangannya. " Sial!!". Ucapnya mencabut

