Luka Dalam Harapan

1997 Kata

Seminggu kemudian Sejak hari itu, Alice sama sekali tidak bisa bertemu dengan Vallen dia menyadari sikapnya benar benar salah. Tapi bahkan untuk sekedar meminta maaf, Vallen tak pernah mau bertemu dengannya. Alice tidak pernah tau, dimana dia tidur atau makan. Hanya sesekali mereka berpapasan saat menjenguk Kashi. Itupun cuma sekilas saja. " Kau sedang memikirkanku?". Tanya seseorang tiba tiba memeluk pinggangnya dari belakang. " Al." Alice berusaha tersenyum sembari membalikkan badan menghadap suaminya. " Apa kau baik baik saja, sepertinya wajahmu pucat." Senyum Albertus manis seraya membelai keningnya lembut. Alice terdiam beberapa detik menatap wajahnya lekat. Matanya berkaca kaca. Dia, selalu peduli pada Alice seperti biasanya. " Al,,". Alice memegang tangan Albertus hangat. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN