Air Mata

1813 Kata

Hening, itulah suasana yang tergambar didalam kereta kuda itu. Sepanjang jalan, tak ada sepatah katapun yang terucap diantara keduanya Hanya sesekali tatapan mereka bertemu pandang dan Vallen segera mengalihkan pandangannya keluar tirai. Hingga... Saat waktu bergulir menjadi senja, dan malam pekat menghantui.. kereta kuda itupun mendarat dihalaman istana megah Phosaidon. Vallen mengepalkan tangannya emosi menatap istana megah yang menjulang diantara samudra itu. " Akhirnya kau tiba juga." Ucap sebuah suara menyambut mereka dihalaman istana. Tepat beberapa detik setelah Alice mendaratkan kakinya disana. " Freya, bagaimana keadaan putriku?". Cemas Alice. Tapi, gadis itu sepertinya tidak menunggunya. Ia menatap kearah kereta kuda yang masih bertengger disana " Apa Mikaila bersamamu? Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN