Perlahan Frida membungkukkan diri dan bersimpuh. Kembali, setelah sekian lama, ia membenamkan kepala. Tak berani rasanya dirinya menatap wajah Sang Bunda setelah sekian tahun meninggalkan nyaris dari seluruh kewajiban agamanya. Doa itu dilantunkan kembali. Seperti biasa, doa novena tiga salam Maria. Sepenggal, dua penggal, tiga penggal, hingga... "...Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu. Baik keluhuran Tuhan dan pengho

