BAB 3

364 Kata
"Aduhh lapar bgt mana nenek udah tidur lagi"ujar Arkan seraya mengelus ngelus kucing kesayangan yang di berinya nama Chiko, "kamu lapar gak Chiko?" tanya Arkan "meongg~" jawab kucing kesayangan Nya itu seakan akan mengerti yang di katakan Arkan. "ya udah deh aku juga lapar bgt nih, gimana kalau aku beli mie sekalian Sama makanan kamu ,dan kamu tunggu sini yaa jangan ke mana mana, oke??" dengan sedikit malas Arkan berdiri dan mulai keluar rumah menuju ke minimarket yang tak jauh dari rumahnya. "shh dingin bgtt" ujarnya mengingat dia hanya keluar rumah dengan celana pendek dan Hoodie oversize, tak lama kemudian arkan sampai di mini market tujuan nya tadi. setelah Sampai pun Arkan langsung membuka pintu itu dan langsung di kagetkan dengan rehan , yup bener rehan juga lagi di sana, menyadari keberadaan rehan Arkan langsung berniat menyapa nya tapi sebelum dia sempat- "apa?suka Lo sama gue?, ngeliatin Mulu dari tadi biar gue perjelas ya sekali lagi, gue bukan g a y" kata Rehan penuh penekanan. "emang aku kenapa?aku ada buat salah apa sama kamu?, dan aku gak gay! stop bilangin aku gay!" kata Arkan dengan napas naik turun dan di ikuti oleh air matanya yang mulai turun. tanpa pikir panjang Arkan pun langsung berlari keluar dari mini market itu. dia mulai menyebrang jalan. tanpa menyadari bahwa ada mobil Alphard yang melaju ke arah nya. dan detik berikutnya-brakk!!. mendengar suara hantaman keras dari luar rehan langsung berlari menuju jalanan, dengan tergesa gesa dia masuk ke kerumunan orang-orang, "oh shitt" ujar Rehan sedikit panik, dan peduli mungkin?. rehan pun langsung menyelip kan tangan nya ke paha dan belakang leher Arkan, sementara mobil yang menabraknya tadi kabur tanpa merasa bersalah, akhirnya sampai lah mereka di rumah sakit tujuannya yang di mana itu adalah rumah sakit yang di miliki oleh ayah dari rehan, dengan cepat rehan menghantar Arkan ke ruang IGD. "dokter ryann!"panggil rehan pada salah satu dokter yang di kenal nya."dok tolong dia dok, dia habis ketabrak mobil barusan,dan lukanya rumayan parah" ujar Rehan pada dokter Ryan "Rey,kamu bisa tunggu di sini, biar saya yang urus"jawab dokter Ryan *(Rey adalah nama panggilan rehan guyss)* mendengar itu mau tidak mau rehan harus menuruti nya. lanjut bab 4 guyss*
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN