episode 15.1 - gunung bersalju

888 Kata
sudah seminggu aku belajar di sekolah , akhir akhir ini adalah hari tersibuk bagiku . selama seminggu ini aku tak mendengar satupun permintaan dari klien . tiba tiba seseorang datang kepadaku .  “ hi , apa yang kau pikirkan ?  “ kata sarah . “ oh sarah , aku sedang memikirkan pelajaran barusan “ jawabku . “ ouh “ jawabnya . “ kenapa kau dan peter punya banyak luka ? “ tanya sarah  . “ ehh.. itu “ tiba tiba perkataanku dipotong seseorang .  “ oy tom ! ayo ke kantin ! “ kata peter .  “ ok ! “ jawabku . kami berdua akhirnya pergi ke kantin . aku masih bingung kenapa sarah menanyakan hal itu , padahal sudah pernah kami jelaskan dikelas . namun aku segera melupakan hal itu . dikantin aku bertanya pada peter . “ oy , kenapa kita gak dipanggil panggil ya ? “ tanyaku . “ hah , sama siapa ? “  kata peter . “ cobra ! “ kataku “ ohh ! mungkin memang gak ada tugas  “ kata peter . “ oh iya ! adakah perbedaan waktu di sana dengan disini ? “ tanya peter . “ perbedaan waktunya adalah 1 jam disini 1 menit disana “  kataku . “ tidak mungkin , jika benar begitu maka umur mereka akan naik dengan begitu cepat “ kata peter .  “ ah ! aku paham sekarang ! semua ini bisa terjadi karena waktu berhenti . ya semua ini mungkin terjadi jika waktu berhenti ! saat kita disini maka disana hanya akan berbeda 1 menit .  berapa lama pun kita disini  waktu disana tetap 1 jam  . sedangkan jika kita disana,  waktu akan terus berjalan di dunia asli .  begitu !  “ kata peter .  “ ……. ok “ kataku .  “ kalau begitu sore ini kita kesana aja , haha ! “ kata peter . “ boleh , kita harus berlatih agar semakin kuat “ kataku . “ latihan apa ? “ sarah tiba tiba muncul entah dari mana . “ woaah ! latihan bola , latihan bola ! hahaha ! latihan bola biar tambah kuat gitu , hehe “ kataku sedikit panik . “ ohhh “ kata sarah .  akhirnya waktu sekolah telah berakhir dan kami segera keluar dari sekolah ini  . kami berdua berganti baju dan masuk ke basement . kami sampai di sana dan menyadari bahwa disana masih malam , sekitar jam 3 pagi .  kami berjalan menuju menara . karena masih malam aku membuat makanan untuk kami makan . aku membawa bekal makanan dirumah jadi kami hanya memasak air saja untuk kami minum . kami membuat teh untuk kami minum di lantai atas . udaranya disini sungguh enak , berbeda dengan tempat tinggal asli kami yang berdebu dan berpolusi . tak kami sangka waktu berjalan begitu cepat dan matahari sudah terbit di depan kami . saat kami sedang menikmati pemandangan ini , muncul sebuah suara dari telinga kami . “ halo , tommy dan peter . apakah kalian disini ?  jika ada datanglah di tempat pertemuan , aku punya pengumuman penting ! “ kata  cobra . kami segera keluar dari kastil dan menggunakan alat teleportasi untuk pergi kesana . saat kami ada disana kami melihat seseorang namun bukan cobra .  “ siapa ya ? “ tanyaku . “ aku juga ingin menanyakan hal itu padamu ! siapa kau ! “ tanya orang tersebut . “ berhenti ! “ kobra datang mendekat . “ cobra ? “ kata orang tersebut . “ mamba !! apakabar ! oh , pasti kau belum mengenal dua bocah ini . mereka adalah tommy dan peter . guys dia adalah mamba , guru baru kalian dalam menjalankan misi . “ kata cobra . “ ohh begitu “ kata kami berdua .  “ sensei  ! mohon bimbingannya ! “ kata peter .  kami berdua segera mengikuti mamba , kami mengikuti dia masuk kedalam portal . saat kami  melewati portal itu , kami melewat tempat penuh dengan salju . putih dimana mana .  “ ada dimana kita ? “ kata peter .  “ dingin…. adakah pakaian yang bisa kami pinjam sensei ?  “ kataku . “ berhenti memanggilku dengan sebutan itu , panggil kodeku saja sudah cukup . “ kata sensei .  “ siap mamba ! “ teriak kami berdua .  “ pelajaran pertama kalian adalah bertahan . kalian lihat cahaya diatas gunung itu . kalian berdua hars pergi kesana dengan apapun caranya .  “ kata mamba . aku langsung saja pergi dari tempat itu dengan kecepatan penuh menggunakan kerisku . aku berlari diantara kumpulan salju . salju ditanah itu membuatku berjalan lebih lambat dari biasanya . sedangkan peter berkerja keras memotong kaayu entah apa yang ia lakukan . aku sudah berada di kaki gunung dan jalan mulai menanjak . pergerakan makin terhambat karena udara disana sangat dingin . aku tidak putus asa disana , aku mendekati pohon terdekat dan menyambarnya dengan petir . untungnya aku bisa menghangatkan diri . tiba tiba peter sudah mulai mendekatiku dari belakang , dia membuat ski dari kayu yang ia potong sebelumnya . dia juga menggunakan anak panah bertali untuk naik keatas gunung . dia menarik tali itu perlahan , namun sudah bisa mendekatiku . aku yang sudah tidak kedinginan lagi memutuskan untuk kembali berlari . pada akhirnya peter yang pertama sampai ke pondok itu , baru aku sampai . 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN