sudah seminggu aku belajar di sekolah , akhir akhir ini adalah hari tersibuk bagiku . selama seminggu ini aku tak mendengar satupun permintaan dari klien . tiba tiba seseorang datang kepadaku .
“ hi , apa yang kau pikirkan ? “ kata sarah .
“ oh sarah , aku sedang memikirkan pelajaran barusan “ jawabku .
“ ouh “ jawabnya .
“ kenapa kau dan peter punya banyak luka ? “ tanya sarah .
“ ehh.. itu “ tiba tiba perkataanku dipotong seseorang .
“ oy tom ! ayo ke kantin ! “ kata peter .
“ ok ! “ jawabku .
kami berdua akhirnya pergi ke kantin . aku masih bingung kenapa sarah menanyakan hal itu , padahal sudah pernah kami jelaskan dikelas . namun aku segera melupakan hal itu . dikantin aku bertanya pada peter .
“ oy , kenapa kita gak dipanggil panggil ya ? “ tanyaku .
“ hah , sama siapa ? “ kata peter .
“ cobra ! “ kataku “ ohh ! mungkin memang gak ada tugas “ kata peter .
“ oh iya ! adakah perbedaan waktu di sana dengan disini ? “ tanya peter .
“ perbedaan waktunya adalah 1 jam disini 1 menit disana “ kataku .
“ tidak mungkin , jika benar begitu maka umur mereka akan naik dengan begitu cepat “ kata peter .
“ ah ! aku paham sekarang ! semua ini bisa terjadi karena waktu berhenti . ya semua ini mungkin terjadi jika waktu berhenti ! saat kita disini maka disana hanya akan berbeda 1 menit . berapa lama pun kita disini waktu disana tetap 1 jam . sedangkan jika kita disana, waktu akan terus berjalan di dunia asli . begitu ! “ kata peter .
“ ……. ok “ kataku .
“ kalau begitu sore ini kita kesana aja , haha ! “ kata peter .
“ boleh , kita harus berlatih agar semakin kuat “ kataku .
“ latihan apa ? “ sarah tiba tiba muncul entah dari mana .
“ woaah ! latihan bola , latihan bola ! hahaha ! latihan bola biar tambah kuat gitu , hehe “ kataku sedikit panik .
“ ohhh “ kata sarah .
akhirnya waktu sekolah telah berakhir dan kami segera keluar dari sekolah ini . kami berdua berganti baju dan masuk ke basement . kami sampai di sana dan menyadari bahwa disana masih malam , sekitar jam 3 pagi . kami berjalan menuju menara . karena masih malam aku membuat makanan untuk kami makan . aku membawa bekal makanan dirumah jadi kami hanya memasak air saja untuk kami minum . kami membuat teh untuk kami minum di lantai atas . udaranya disini sungguh enak , berbeda dengan tempat tinggal asli kami yang berdebu dan berpolusi . tak kami sangka waktu berjalan begitu cepat dan matahari sudah terbit di depan kami .
saat kami sedang menikmati pemandangan ini , muncul sebuah suara dari telinga kami . “ halo , tommy dan peter . apakah kalian disini ? jika ada datanglah di tempat pertemuan , aku punya pengumuman penting ! “ kata cobra . kami segera keluar dari kastil dan menggunakan alat teleportasi untuk pergi kesana . saat kami ada disana kami melihat seseorang namun bukan cobra .
“ siapa ya ? “ tanyaku .
“ aku juga ingin menanyakan hal itu padamu ! siapa kau ! “ tanya orang tersebut .
“ berhenti ! “ kobra datang mendekat .
“ cobra ? “ kata orang tersebut .
“ mamba !! apakabar ! oh , pasti kau belum mengenal dua bocah ini . mereka adalah tommy dan peter . guys dia adalah mamba , guru baru kalian dalam menjalankan misi . “ kata cobra .
“ ohh begitu “ kata kami berdua .
“ sensei ! mohon bimbingannya ! “ kata peter .
kami berdua segera mengikuti mamba , kami mengikuti dia masuk kedalam portal . saat kami melewati portal itu , kami melewat tempat penuh dengan salju . putih dimana mana .
“ ada dimana kita ? “ kata peter .
“ dingin…. adakah pakaian yang bisa kami pinjam sensei ? “ kataku .
“ berhenti memanggilku dengan sebutan itu , panggil kodeku saja sudah cukup . “ kata sensei .
“ siap mamba ! “ teriak kami berdua .
“ pelajaran pertama kalian adalah bertahan . kalian lihat cahaya diatas gunung itu . kalian berdua hars pergi kesana dengan apapun caranya . “ kata mamba .
aku langsung saja pergi dari tempat itu dengan kecepatan penuh menggunakan kerisku . aku berlari diantara kumpulan salju . salju ditanah itu membuatku berjalan lebih lambat dari biasanya . sedangkan peter berkerja keras memotong kaayu entah apa yang ia lakukan . aku sudah berada di kaki gunung dan jalan mulai menanjak . pergerakan makin terhambat karena udara disana sangat dingin . aku tidak putus asa disana , aku mendekati pohon terdekat dan menyambarnya dengan petir . untungnya aku bisa menghangatkan diri . tiba tiba peter sudah mulai mendekatiku dari belakang , dia membuat ski dari kayu yang ia potong sebelumnya . dia juga menggunakan anak panah bertali untuk naik keatas gunung . dia menarik tali itu perlahan , namun sudah bisa mendekatiku . aku yang sudah tidak kedinginan lagi memutuskan untuk kembali berlari . pada akhirnya peter yang pertama sampai ke pondok itu , baru aku sampai .