kami terbangun di pagi harinya di tengah laut . aku melihat nero sedang mengendalikan kapal . aku bertanya padanya “ kau bilang sebelumnya ada ujian ? apakah pertarungan dengan temanmu tadi adalah ujiannya ? “ .
“ bukan , itu hanya iseng aja hahaha . ujiannya akan dimulai sekarang , bersiap siaplah . “ kata nero .
aku segera memberitahu peter tentang ujian tersebut . tiba-tiba phyton mendekati kami dan berkata “ kamu boleh mengambil perlengkapan untuk ujian di bawah . untuk pergi ke bawah , kamu bisa pergi lewat sana . “ .
kami berdua mendekati tempat yang dimaksud dan langsung turun kebawah . kami terkejut melihat banyak baju tempur serta senjata di sana .
“ wah tempat ini luar biasa !! “ kata peter .
“ benar , ini keren ! luarbiasa ! “ kataku .
“ waw….. warna merah , warna laut ! waw…. warna ungu ! banyak sekali pilihan warnanya ! apakah ada yang koleksi pisau disini tom ? banyak sekali pisau dalam kotak ini ! “ kata peter .
“ hmm...benar juga banyak sekali pisau di tempat ini , menarik . dan juga baju tempur disini cukup unik , karena terbuat dari kulit dan besi di beberapa tempat . kau mau baju yang mana peter ? “ kataku .
“ aku mau yang hitam - putih ! itu akan cocok untuk sniper sepertiku ! “ kata peter .
“ aku mau yang ini saja ! “ kataku .
“ hijau-biru ? terserah kamu aja deh…” kata peter .
“ aku juga mau bawa pisau pisau ini deh , jaga jaga “ tambahnya .
kami akhirnya sampai di atas dan ternyata nero sudah menunggu kami . nero mendekati dan menyatakan “ ujian kalian adalah bertahan hidup diantara hiu yang akan menyerang kalian . selamat mencoba , jangan mati ya !! “ . saat kami sedang berbincang bincang tiba tiba hujan badai turun . suasana di kapal mulai menyeramkan . aku menyuruh peter untuk bersiaga karena serangan bisa muncul dari mana saja . aku mengeluarkan kedua keris ku dan mulai siaga .
benar saja ada seekor ikan yang berbentuk seperti gabungan beberapa ikan , seperti sirip dari ikan terbang , gigi dari ikan hiu serta tanduk dari ikan marlin . ikan itu melompat lalu menyerang kami , tanduknya mereka gunakan untuk menusuk kami saat terbang . saat ikan itu menyerang kami , peter menembak ikan tersebut dengan panahnya . aku pikir itu sudah selesai namun ternyata , masih banyak ikan seperti itu menyerang kami . mereka menyerang dari berbagai arah , kami sudah sangat kesulitan menangani mereka . sekarang fokus kami terbagi dua , aku mengambil sisi kiri sedangkan peter di sisi kanan . sepertinya peter mulai dalam kesulitan , karena tangannya terkena tusukan ikan itu . walau dapat dicabut , tangan peter tetap terkena cedera yang cukup berat . sehingga peter tak bisa memanah , aku hanya bisa melindungi nya dari serangan ikan ikan yang terus menyerang kami dari berbagai arah . tapi tiba tiba sesuatu terjadi , muncul ikan seukuran hiu yang menyerang ikan lainnya . aku melihat ikan ikan lainnya menyerangnya namun tanduknya patah karena kulit ikan ini sangat keras . hal itu membuat ikan ikan lain kabur dan sekarang tersisa ikan ini dan aku yang masih bisa bertarung .
hiu itu mulai mengelilingi dan mendorong kapal kami , aku mulai mencari cara untuk mengalahkannya . walau aku ingin menyerangnya dari jarak jauh , yang aku punya hanya senjata jarak dekat . namun aku tidak kehilangan akal , “ ular petir ! “ dengan segenap kekuatanku . ular itu ku atur untuk menyerang hiu itu . ular itu menggigit tubuh si hiu dan melilitnya dengan kencang . hiu itu nampak tak berdaya karena tersetrum listrik . namun , tenaga hiu itu sangat kuat . hiu itu menggesekan tubuhnya di salah satu koral yang agak tajam dan membuat lilitan ular itu melemah . hiu itu mulai menggigit ular tadi , dan ular itu mati . hiu itu naik keatas dan mendorong kapal itu dengan sangat kuat . akupun terjatuh dari kapal , namun hiu itu mulai mendekatiku . aku berhasil naik ke atas tepat sebelum hiu itu sampai . ternyata hiu itu tidak mengincarku dari bawah , dia mengincarku yang bergelantung dengan kelelahan . dia melompat dan membuka mulutnya lebar lebar untuk memakanku . saat aku berpikir aku akan mati , peter datang dan menembak hiu itu dengan shotgun barunya . “ jangan mati sekarang ! untung saja aku sempat menggunakan sisa pisau itu untuk senjata baruku . benar saja , hiu itu mati terkena tembakan dari peter dan sedang mengambang sekarang .
“ akh , akhirnya ! “ kata kami berdua kompak .